OtomotifZone.com-Kebumen.
Bernama Kebumen One Days Enduro episode ke 2 (KODE#2) yang rampung di
hajat minggu ini (31/1) tak menyangka bakal kedatangan 6989an peserta.
Sejak di buka pendaftaran pada bulan Desember 2015, jumlah peserta
KODE#2 sampai tanggal penutupan 15 Januari 2016 bikin kaget panitia.
“Mungkin melihat hadiahnya yang awalnya hanya 2 Husqvarna, hampir
penutupan pendaftaran sampai 4ribuan. Panitia nambah lagi 2 unit mobil
Daihatsu Ayla. Pendaftaran sampai hari akhir hampir menyentuh 7 ribu.
Akhirnya ditambah lagi hadiahnya dengan motor bebek 15 unit,” kata
Sumardi Asmara atau lebih terkenal dengan nama Mardisong. Husqvarna
Te125 2015 2 unit. Mobil Daihatsu Ayla 2 unit, motor Viar 15 unit, eh
masih ada fresh money sejumlah 60jt….
Tengku Ery yang disini sebagai tuan rumah
acara sekaligus pembina terheran-heran. “Tidak menyangka jadinnya
sampai segitu besarnya peserta yang mau datang. Intinya kami tidak
mencari profite. Tujuan kami silaturahmi mengenalkan kota Kebumen yang
tepat waktunya dengan Hari Jadi yang ke-80,” sambut Pak Ery yang juga
pemilik otobus Efisiensi.
Mardisong paham betul bakalan ribet kalau tidak pintar betul
mengatasi membludaknya peserta. Sistem kran buka tutup biar tidak macet
sudah direncanakan. Tetapi menjelan hari H Pak Ery menungaskan Mardisong
untuk merubah rencana. “Rubah settingan, awalnya banyak yang single
track, ini di kurangi. Sebaliknya Double track diperbanyak. Jadi peserta
banyak pilihannya dengan double track. Mau pilih jalur ekstrim atau
fun. Supaya tidak ada penumpukan peserta.”
Rossy Nugroho dari RossiMx salah satu
tokoh offroad Purwokerto angkat jempol kepada yang membuat event dan
jalurnya. ”Puas, tidak menyangka juga daerah ini mampu dibuat jalur yang
hebat. Kontur tanah pas sekali, nggak ada beceknya. Dan di event ini
yang menarik adalah dua iklim lintasan. Track awal ada di dataran tinggi
dan daerah pegunungan. Lalu menjelang akhir etape gentian di dataran
rendah di suguhi pantai bagus Kebumen. Jalur lebar-lebar!!” ucap Rossy.
Mbah Erik dan kawan-kawannya pentolan
jauh-jauh dari Malang dimana daerah itu yang lebih sering mengadakan
trail adventure juga mengaku puas sekali. “Top sekali. Pemberian peta,
nomer evakuasi, rambu-rambu track tiap medan sangat membantu. Per
daerah/area ada sebutannya sendiri-sendiri. Jadi kalau teman-teman butuh
di evakuasi tinggal sebut dekat area apa. Panitia dengan gampang akan
mencari,” kata Mbah Erik.
Banyak yang mengatakan acara ini mantab.
Namun ada juga yang merasa kurang puas. Mereka-mereka tak bisa merasakan
jalur-jalur menantang karena faktor penumpukan di hutan. Kalau setahu
OZ gak begitu menumpuk. Namun itulah upaya panitia sebelum terjadi
kendala kemacetan. Peserta di giring ke jalur fun atau on road. “Jam 2
saya instruksikan kepada masing-masing pos, dimanapun peserta harus
segera kembali ke jalur on road menuju alun-alun. Dengan jumlah peserta
segitu kalau tidak segera digitukan bisa sampai malam mereka sampai. Ini
untuk antisipasi,” ungkap Mardisong.
Dibalik event megah tersebut pasti
persiapan hebat supaya event benar-benar di tidak ada kendala di jalan.
“Mulai dari desa-desa yang bakal di lewati. Kami “kulo nuwun” dulu.
Nggak cuma begitu saja, kira-kira desa mereka membutuhkan apa kita beri.
Termasuk daerah perhutani yang tanahnya di sewa warga. Tanah yang
bakalan di lewati jalur di ganti rugi. Malah mereka mau membantu membuat
jalur. Jalur-jalur di hutan pinus itu buatan warga. Saya kasih uang dan
minta 3 hari selesai.” tutur Mardi.
“Jalur dan evakuasi sudah disiapkan
mateng. Tetep berusaha jangan mengecewakan off rider dan khususnya warga
Kebumen. Terima kasih dah dateng untuk semua saudara-saudara adventure.
Suatu mukjizat bisa mendatangkan peserta segitu banyaknya. Dan yang
perlu di ketahui, hadiah doorprize tanpa sistem gugur,” sambung Pak Ery.
Selesai event tersebut mereka tidak
langsung bubar begitu saja. “Nanti masih mau menyisir tanaman-tanaman
yang rusak. Saya sudah perintahkan Mardi dan rekan-rekan TRACK,” ucap
Pak Ery yang ditemui OZ dirumahnya.
Pihak pemerintah terutama Bupati Kebumen pengen setiap tahun acara ini di gelar. Tapi mereka mengatakan akan evaluasi dulu dengan beberapa kejadian di event ini.
Pihak pemerintah terutama Bupati Kebumen pengen setiap tahun acara ini di gelar. Tapi mereka mengatakan akan evaluasi dulu dengan beberapa kejadian di event ini.
Tentu tertuju kepada dua insiden pada
hari pertama. Dua peserta meninggal karena kecelakaan. “Itu yang masih
mengganjal. Kami turut bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga
yang di tinggalkan. Kami juga mengutus perwakilan untuk datang ke rumah
duka,” tutur Pak Ery yang turut jadi korban hari pertama. Namanya juga
arena adrenalin. Kalau semua sudah takdir, hanya bisa pasrah. Semoga
saja dilain kesempatan event megah ini ada kembali dan sukses tidak ada
halangan apapun. Amin..
Penulis : Hafid | Foto : Hafid
Penulis : Hafid | Foto : Hafid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar